Cerita Kemenangan Batin di Ramadhan 1447 Hijriah (2026)
Malam itu aku berada di sebuah tempat yang mirip dengan sports club di Kelapa Gading. Lampunya temaram, musik terdengar dari dalam, dan orang-orang terlihat datang untuk bersenang-senang. Dari luar aku sudah tahu suasananya seperti apa. Minuman beralkohol, orang-orang bergaya bebas, dan aturan tak tertulis yang harus diikuti kalau ingin masuk. Aku melangkah ke pintu masuk. Seorang security menghentikanku. “Mas, minimal vape dulu kalau mau masuk,” katanya. Aku tersenyum kecil. Aku memang tidak minum alkohol, tidak juga terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Tapi malam itu aku hanya ingin bertemu beberapa teman lama yang katanya sedang berkumpul di dalam. Aku mengeluarkan kartu debit dari dompetku. “Saya mau spend out di sini,” kataku santai. Security itu menggeleng. “Maaf, tetap tidak bisa masuk.” Aku terdiam sebentar. Ada perasaan aneh di dada. Bukan marah, tapi lebih seperti tidak adil. Aku tidak melakukan hal yang salah, tapi seolah-olah tidak diterima hanya karena aku tidak me...